Cara Budidaya Udang Dalam Drum

Cara Budidaya Udang Dalam Drum

Cara Budidaya Udang Dalam DrumPerilaku budidaya saat ini banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ada berbagai jenis budidaya yang dapat dilakukan, tentunya dengan berbagai tujuan yang diinginkan.

Budidaya hewan biasanya dilakukan untuk menjual kembali hasil panen yang dihasilkan oleh hewan tersebut, selain itu ada pula budidaya yang dilakukan demi memenuhi bahan pakan hewan yang kita pelihara lainnya, sebagai contohnya budidaya udang untuk bahan pakan ikan yang kita pelihara.

Budidaya udang dapat dilakukan di dalam sebuah drum, ini merupakan salah satu media yang paling sederhana dan banyak digunakan.

Namun tidak semua jenis udang dapat dibudidayakan melalui media drum, hanya beberapa jenis saja, salah satunya yang biasa menggunakan media drum adalah budidaya udang galah. Cara membudidayakan udang dalam drum adalah:

  • Pertama siapkan berbagai peralatan seperti gergaji sebagai alat untuk memotong, drum berukuran besar, bisa menggunakan drum bekas yang berbahan plastik. Cuci bersih terlebih dahulu lalu keringkan, kemudian posisikan drum dalam keadaan tidur dan buat pola persegi panjang pada bagian atas setengah badan drum, lubangi bagian badan drum tersebut, masukkan air tanah dan bukan air PDAM dan masukan bahan pakan alami udah seperti plankton cair.
  • Dapatkan benur udang, anda dapat membeli atau mencarinya sendiri. Pilih benur yang berkualitas baik yang mana tidak ada penyakit dan tidak terkena hama, selain itu benur juga harus bergerak ketika disentuh.
  • Tebar benur udnag dengan perlahan membuka plastik benur tersebut, rendam bungkusan secara perlahan dan buka lebar-lebar plastic berisikan benur, biarkan benur keluar sedikit demi sedikit dengan sendirinya, lakukan selama 15 menit dan buang plastic tersebut bila benur sudah tidak ada lagi dalam kemasan. Penebaran benur perlu diperhatikan dengan baik, agar benur tidak rusak dan stress, tidak bisa dilakukan asal menebar benur saja.
  • Selanjutnya tinggal dilakukan pemeliharaan dalam drum. Gantilah air secara rutin, setiap sebulan sekali, suhu air harus dijaga sekitar 22 derajat celcius, dan pastikan pakan udang tersebut tidak boleh terlambat dan sesuai dengan jamnya. Bila udang kedapatan sakit atau terkena hama, untuk sebaiknya segera dipisahkan dan ditangani lebih lanjut dengan pemberian obat.
  • Setelahnya, bila musim panen telah tiba, maka anda bisa memanen udang tersebut dan bisa anda gunakan sesuai keperluan.

Tinggalkan komentar