Penjelasan Penting Mengenai Enzim DNA

Penjelasan Penting Mengenai Enzim DNA

Penjelasan Penting Mengenai Enzim DNA – Di dalam tubuh setiap makhluk hidup, enzim memiliki keterkaitan yang begitu erat dengan seluruh proses berlangsungnya metabolisme yang terjadi. Karena tanpa adanya bantuan dari enzim tertentu, metabolisme tidak akan dapat berjalan dengan sempurna.

Pengertian Enzim DNA

Enzim merupakan suatu senyawa protein yang terdiri dari komponen protein serta katalitik yang memiliki nilai guna untuk mempercepat proses metabolisme dalam tubuh makhluk hidup. Dapat juga diartikan bahwa enzim adalah suatu senyawa yang terdiri dari protein (apoenzim) dan senyawa non protein (kofaktor).

Karena enzim memiliki sifat katalitik yang terdapat pada enzim menjadi ciri khas yang dapat menjadi sebuah pembeda antara enzim dengan protein lainnya. Dimana sifat katalitik tersebut dihasilkan dari gugus kofaktor yang dapat berbentuk senyawa organik (koenzim dan gugus prostetic) maupun senyawa anorganik (ion logam).

Cara Kerja Enzim DNA

Enzim DNA merupakan protein yang dapat memiliki beberapa sifat seperti bekerja secara khusus sebagai biokatalisator, dapat bekerja pada suhu serta pH yang optimum. Enzim sendiri memiliki jumlah yang sangat banyak bahkan mencapai ribuan, akan tetapi digolongkan menjadi enam kelompok yakni oxidoreductase, transferase, hydrolase, isomerase, ligase, serta lyase.

Baca juga : Keuntungan Bioteknologi bagi Pertanian

Enzim mempunyai struktur tiga dimensi dimana sisi aktif yaitu yang memiliki fungsi sebagai katalis dengan cara mempercepat kecepatan reaksi. Untuk dapat meningkatkan kecepatan reaksi, maka dilakukan dengan cara menurunkan energi aktivasi. Menurunnya energi aktivasi dapat dilaksanakan dengan cara membentuk kompleks dengan substrat.

Untuk mengetahui cara kerja enzim, dapat diterangkan dengan 2 teori, yaitu teori gembok dan kunci atau lock and key theory, dan teori kecocokan yang terinduksi. Untuk teori gembok dan kunci atau lock and key theory dijelaskan bahwa dalam sebuah enzim terdapat sisi aktif yang terdiri dari sejumlah kecil asam amino. Bentuk dari sisi aktif tersebut sangat spesifik, sehingga hanya molekul yang memiliki bentuk tertentu yang bisa menjadi substrat bagi enzim.

Enzim dan juga substrat bisa bergabung membentuk kompleks, dapat anda umpamakan seperti kunci yang masuk pada sebuah gembok. Dalam kompleks tersebut sebuah substrat dapat bereaksi dengan menggunakan energi aktivasi rendah sehingga kompleks akan lepas serta melepaskan produk dan membebaskan enzim. Sedangkan jika dibandingkan dengan teori kecocokan yang terinduksi atau bisa juga disebut dengan Induced fit Theory, yang memiliki dasar pada bukti kristalografi menggunakan sinar x, analisis kimia sisi aktif enzim dan teknik yang lainnya terdapat kemungkinanĀ  bahwa sisi aktif dari sebuah enzim bukan merupakan suatu bentuk yang baku.

Baca juga : Cara Stek Pohon Asam Jawa

Tinggalkan komentar