Jenis Dan Proses Siklus Air

Jenis Dan Proses Siklus Air – Air merupakan sumber daya alam yang sifatnya dapat diperbarui dan Air adalah salah satu komponen abiotik yang ada di bumi yang keberadaannya sangat penting karena dibutuhkan oleh semua makhluk hidup yaitu binatang, tumbuhan dan manusia.

Peranan air sangat penting bagi makhluk hidup, bila dikaitkan dengan manusia, air merupakan 80% pengisi tubuh manusia sehingga manusia diwajibkan memenuhi kebutuhan air setiap harinya. Manusia mungkin bisa bertahan selama beberapa hari tanpa makan, tapi tanpa minum tubuh manusia akan mengalami dehidrasi dan menyebabkan kematian, hal ini pula terjadi pada hewan, sedangkan pada tumbuhan digunakan untuk proses fotosintesis.

Oleh sebab itulah, air mempunyai kedudukan yang vital bagi makhluk hidup untuk melanjutkan kehidupannya dan hal tersebut menjadikan ketersediaan air harus selalu ada.

Sebagian besar permukaan bumi tertutupi oleh air. Ketersediaan air di daratan bumi dapat tetap terjaga meski jumlah penggunaan air sangat banyak, bahkan pada musim kemarau sekaligus. Kita bisa membayangkan sendiri berapa banyak air yang digunakan setiap harinya.

Namun pernahkah kita berfikir mengapa tidak habis padahal selalu digunakan setiap hari? hal ini karena adanya siklus air yang menyebabkan air selalu cukup untuk digunakan setiap hari. Siklus air merupakan siklus perputaran air dari asalnya, kemudian hujan dan kembali lagi ke tanah atau asalnya. Siklus air bisa kita temukan dalam kehidupan sehari- hari, khususnya dalam peristiwa proses terjadinya hujan dan siklus air memiliki banyak jenis yang berbeda- beda.

Siklus air atau yang biasa disebut dengan siklus hidrologi adalah proses di mana air bergerak dari permukaan Bumi ke atmosfer dan kemudian kembali lagi ke tanah / bumi melalui beberapa tahapan yang berlangsung secara terus menerus. Karena bentuknya yang memutar dan berlangsung secara terus- menerus inilah yang menyebabkan air seperti tidak pernah habis.

Melalui siklus ini, ketersediaan air di daratan bumi dapat tetap terjaga, proses siklus hidrologi juga berdampak pada teraturnya suhu lingkungan, cuaca, hujan dan keseimbangan ekosistem bumi. Pemanasan air laut oleh paparan sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus.

Proses Tahapan Siklus Hidrologi / Siklus Air

Proses terjadinya siklus air (hidrologi) berlangsung melalui beberapa tahapan. Tahapan dalam proses terjadinya siklus hidrologi meliputi transpirasi, sublimasi, evaporasi, adveksi, run off, infiltrasi, evapotranspirasi, presipitasi, dan kondensasi.

  • Evaporasi

Proses terjadinya siklus hidrologi yang pertama ialah tahap evaporasi. Tahap ini mengawali terjadinya siklus hidrologi. Dalam tahap tersebut terjadi penguapan air yang berada dipermukaan bumi. Air air di bumi yang telah ditampung di badan air seperti sungai, sawah, waduk, bendungan dan danau akan berubah menjadi uap air karena sinar matahari. Penguapan air ini juga terjadi dipermukaan permukaan tanah. Tahap penguapan iniah yang disebut evaporasi.

Proses terjadinya siklus hidrologi pada tahap evaporasi melakukan pengubahan air yang awalnya berwujud cair menjadi gas. Uap air tadi akan naik menuju atmosfer bumi. Panas matahari yang semakin tinggi (seperti musim kemarau) akan mengakibatkan pengubahan uap air dan akan naik ke atmosfer bumi kemudian menjadi semakin besar pula.

  • Transpirasi

Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya ialah tahap transpirasi. Air yang mengalami peguapan tidak hanya berlangsung di tanah maupun badan air. Penguapan air ini juga berlangsung pada jaringan makhluk hidup, baik tumbuhan ataupun hewan. Tahap penguapan pada makhluk hidup inilah yang dinamakan transpirasi.

Proses terjadinya siklus hidrologi pada tahap transpirasi memiliki kesamaan dengan tahap evaporasi. Tahap ini juga mengubah air pada jaringan makhluk hidup yang wujudnya cair menjadi uap air, kemudian membawanya menuju atmosfer bumi. Namun untuk jumlah air yang menguap pada tahap transpirasi akan lebih sedikit daripada jumlah air pada tahap evaporasi.

  • Evapotranspirasi

Proses siklus hidrologi selanjutnya ialah tahap evapotranspirasi. Evapotranspirasi ialah tahap penguapan air yang terjadi dipermukaan bumi secara menyeluruh, baik yang berada di dalam tanah, badan air, maupun di dalam jaringan makhluk hidup. Tahap ini merupakan kombinasi antara tahap evaporasi dengan tahap transpirasi. Laju evapotranspirasi pada siklus hidrologi akan berpengaruh pada jumlah air yang menuju permukaan atmosfer.

  • Sublimasi

Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya ialah tahap sublimasi. Sublimasi ialah tahap perubahan es yang berada dikutub maupun di puncak gunung menjadi uap air melalui proses pencairan terlebih dahulu. Tahap sublimasi tetap berpartisipasi dalam mengangkut jumlah uap air menuju atmosfer walaupuan hanya sedikit dan berlangsung dengan siklus yang panjang. Tahap sublimasi memang berlangsung lebih lambat daripada tahap penguapan.

  • Kondensasi

Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya ialah tahap kondensasi. Saat uap air yang berhasil dihasilkan melalui tahap evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, dan sublimasi naik sampai ketinggian tertentu akan berubah menjadi partikel es dengan ukuran kecil. Perubahan partikel menjadi es inilah melalui tahap kondensasi. Uap air yang berubah menjadi es diakibatkan oleh suhu udara yang sangat rendah pada ketinggian tertentu.

Proses terjadinya siklus hidrologi pada tahap kondensasi akan mengakibatkan partikel es menjadi saling mendekat hingga akhirnya bersatu dan membentuk awan. Jika partikel es yang saling bergabung semakin banyak akan membentuk awan hitam dan tebal.

  • Adveksi

Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya ialah tahap adveksi. Awan yang telah terbentuk melalui tahap kondesasi akan mengalami adveksi. Adveksi ialah tahap pemindahan awan dari satu titik menuju titik lain secara horizontal akibat dari perbedaan tekanan udara maupun arus angin. Tahap inilah awan akan berpindah dan menyebar dari afmosfer lautan ke atmosfer daratan. Namun harus diketahui bahwa tahapan adveksi tidak berlangsung pada siklus hidrologi pendek.

  • Presipitasi

Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya ialah tahap presipitasi. Awan yang telah mengalami adveksi kemudian berlanjut ke tahap presipitasi. Tahap presipitasi ialah tahap pencairan awan karena suhu udara yang terlalu tingi. Pada tahap inilah akan terjadi hujan. Butiran air akan jatuh serta membasahi permukaan bumi.

Proses terjadinya siklus hidrologi pada tahap presipitasi akan mengakibatkan hujan salju jika suhu udara pada awan lebih rendah atau sekitar kurang dari 0 derajat celcius. Awan yang didalamnya terdapat kandungan air akan turun menuju ke litosfer dengan wujud butiran salju tipis.

  • Run Off

Proses terjadinya siklus hidrologi selanjutnya ialah tahap run off. Run off (limpasan) ialah proses pergerakan air dari tempat tinggi menuju tempat rendah dipermukaan bumi. Proses pergerakan air ini berlangsung melalui saluran contohnya salurn danau, got, muara, sungai, laut sampai samudra. Pada tahap inilah air yang mengalami siklus hidrologi akan kembali ke lapisan hidrosfer.

  • Infiltrasi

Proses terjadinya siklus hidrologi yang terakhir ialah tahap infiltrasi. Air hujan yang telah mengalami presipitasi tidak semuanya mengalir ke permukaan bumi melalui tahap run off. Sebagian kecil dari air tersebut akan bergerak menuju pori pori tanah, merembes serta mengakumulasi menjadi air tanah. Pergerakan air menuju pori pori tanah inilah yang dinamakan tahap infiltrasi. Tahap ini juga akan membawa air tanah menuju ke laut lagi walaupun prosesnya lambat.

Tinggalkan komentar