Mengenal Struktur RNA

Mengenal Struktur RNA

Mengenal Struktur RNA – Berbicara mengenai pewarisan sifat tentunya tak terlepas dari hukum Mendel, tokoh yang satu ini memang sangat terkenal dalam bidang genetika, khususnya yang mempelajari semua hal yang berkaitan dengan pewarisan sifat manusia, mulai dari melihat DNA indukan hingga nantinya dicocokkan dengan DNA dari filialnya.

Tak memungkiri bahwa semisalnya ada pepatah yang mengatakan bahwa buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, ungkapan semacam ini memang benar adanya mengingat sifat parental akan selalu ditunjang pada filial, tak peduli itu manusia, hewan maupun tumbuhan.

Dalam beberapa segi memang memiliki nilai positif, salah satunya adalah untuk membentuk bibit unggulan, seperti yang banyak digunakan dalam bidang pertanian dan peternakan.

Dalam hal pewarisan sifat tentu ya kita cukup mengenal ada satu hal yang penting yaitu DNA atau deoksiribonukleat acid. Dikenal sebagai pita biru yang membawa berbagai macam informasi genetik dari kedua indukan, nantinya dari 2 DNA tersebut akan dicetak dan terbentuklah sifat-sifat baru anakan atau filial. Dalam hal ini DNA tentunya tak bisa bekerja secara sendiri-sendiri melainkan ada beberapa yang membantu mulai dari protein hingga RNA, RNA adalah ribonukleat acid atau yang dikenal dengan asam ribonukleat, dari namanya sendiri memang tak jauh berbeda dengan DNA, hanya saja beberapa struktur penyusunannya-lah yang membedakan 2 hal ini.

Dalam asam ribonukleat ada beberapa tingkatan struktur yang wajib untuk diketahui, diantaranya adalah struktur primer, sekunder, tersier dan kuarter. Struktur RNA yang paling utama dari sini adalah mengacu pada tingkatan unitnya atau nukleotida, bagian sekunder adalah bagian dari ikatan terhadap molekul yang lain, sedangkan untuk 2 yang lainnya yaitu struktur tersier juga kuarter tentunya jauh lebih kompleks lagi. Berbicara mengenai struktur nukleotidanya RNA terdiri atas 3 basa yang saling berhubungan dengan DNA yaitu:

  • Adenin,
  • Guanin,
  • Sitosin, dan

Nama-nama tersebut tentunya sudah tak begitu asing lagi ditelinga Anda mengingat DNA atau asam deoksiribonukleat juga tersusun atas 4 basa yang sama yaitu adenin, guanin dan sitosin, satu lagi yang berbeda adalah timin, bukan urasil. Dari sini sebenarnya ada ratusan modifikasi yang bisa saja terjadi.

Perlu diketahui bahwa ternyata kinerja dari RNA ini sangat berpengaruh terhadap penerjemahan kode-kode atau apa yang ada di dalam DNA, meskipun pada dasarnya pembentukannya sendiri juga berasal dari DNA. Penterjemahan itulah nantinya yang membuat sifat dari indukan terlihat, khususnya adalah dari segi fisiknya.

Struktur sekunder yang ada dalam RNA sebenarnya adalah asam deoksiribonukleat heliks ganda, memang sekilas tak jauh berbeda dengan DNA, namun dalam beberapa bagian seperti untaian pitanya hanya ada satu, tak seperti DNA yang tersusun atas 2 untaian yang terhubung dengan protein yang membuat tampilannya seperti sebuah tangga berliku, struktur ini memang jauh lebih rumit dibandingkan struktur pembentuk DNA, sesuai dengan cara kerjanya yang melakukan transkrip double.

Setelah struktur sekunder selanjutnya adalah struktur tersier, berbeda dari sebelumnya struktur yang satu ini memang jauh lebih kompleks, selain itu juga dapat melipat sehingga membentuk suatu yang dapat berfungsi secara penuh. Setelah itu juga ada struktur lain yaitu kuartener, berfungsi untuk makromolekul seperti yang ada di dalam ribosom, ribosom sendiri terdiri atas rantai RNA ganda, interaksi antar rantai tepat dan tersusun dengan rapi. Struktur dari RNA ini meskipun dalam bentuknya hanya satu pita namun jauh lebih rumit dari DNA.

Baca Juga : Klasifikasi dan Ciri Bunga Mawar

Tinggalkan komentar