Pengertian dan Manfaat Akuntansi

Pengertian dan Manfaat Akuntansi – American institute of Certified Public Accountants (AICPA) 1953, berpendapat :

“Akuntansi untuk seni pencatatan, pengklasifikasian, serta pengikhtisaran dengan cara tertentu, yang dinyatakan dalam uang, transaksi dan peristiwa paling tidak mengenai karakter keuangan dan penafsiran hasilnya”.

Sedangkan Pengertian akuntansi menurut “American Accounting Association” (AAA) tahun 1966  adalah:

“Akuntansi untuk proses. Proses itu terdiri dari suatu identifikasi pengukuran dan pengkomunikasian informasi ekonomi yang memungkinkan penilaian dan pengambilan keputusan yang berharga oleh penggunaan informasi.”

Akuntansi menurut AICPA (Penyempurnaan tahun 1953)/APB opinion no. 4 tahun 1990 adalah :

“Akuntansi untuk aktivitas jasa yang berfungsi untuk menghasilkan informasi yang bersifat angka, terutama tentang finansial, dari suatu unit entitas ekonomi, yang dimaksudkan untuk dapat berguna sebelum pengambilan keputusan ekonomi, dalam menentukan pilihan yang dianggap memiliki dasar yang kuat di bandingkan jika mengambil pilihan yang lain.”

Menurut Waren, et.al (2004) :

”Akuntansi sebagai suatu sistem informasi. Sistem informasi adalah bagian dari sistem bisnis keseluruhan di era informasi.”

Dari bermacam-macam pengertian akuntansi tersebut, dapat disimpulkan bahwa akuntansi semakin dibutuhkan di setiap denyut bisnis, akuntansi menjadi semakin multidimensi tidak hanya dipandang sebagai catatan historis, realitas ekonomi, sistem informasi, komoditi, pertanggungjawaban, teknologi, pelaporan, serta pengukuran kinerja melainkan menjadi dasar pemilihan strategi sebuah entitas.

Manfaat dan Pemakaian Akuntansi

a) Manfaat Akuntansi

Beberapa manfaat dari akuntansi bagi dunia bisnis, yaitu sebagai berikut.

1) Menyediakan informasi ekonomis suatu perusahaan untuk pengambilan

keputusan investasi dan kredit.

2) Memberikan gambaran kondisi perusahaan dari suatu periode ke periode berikutnya.

3) Memberikan potret yang dapat diandalkan mengenai kemampuan untuk menghasilkan laba.

4) Menjadi media komunikasi antar manajemen dengan pengguna informasi.

5) Merupakan bentuk pertanggungjawaban manajemen kepada stockholder.

b) Pemakai Akuntansi

Pemakai informasi akuntansi pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

  1. Pemakaian internal
  2. Pemakaian eksternal

Pemakaian internal yaitu mereka yang membuat keputusan yang berakibat langsung kepada operasional perusahaan, misalnya komisaris, direksi, manajemen, dan karyawan perusahaan.

Pemakaian eksternal yaitu mereka yang menghasilkan keputusan terkait dengan hubungan mereka dengan perusahaan, misal kreditur, investor, pemasok, pemerintah, pelanggan, peneliti, dan komunitas terkait.

Tinggalkan komentar