Syarat tumbuh tanaman urang aring

1. Benih

Seperti yang diketahui sebelumnya, tanaman urang-aring merupakan tanaman yang mudah ditemukan secara liar di berbagai tempat seperti di tanah lapang dan pinggiran saluran air.

Syarat tumbuh tanaman urang aring
Syarat tumbuh tanaman urang aring

Benih tanaman urang-aring diperoleh menggunakan biji urang-aring yang berwarna hitam. Tanaman urang-aring tidak memerlukan proses penyemaian benih agar dapat tumbuh dengan baik.

Hal ini dikarenakan pada dasarnya tanaman ini merupakan tanaman liar. Cara perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan melalui biji ( proses generatif).

Perbanyakan melalui proses generatif sendiri belum dapat dipastikan memeroleh bibit unggul yang berkualitas. Hal ini dikarenakan selama ini proses penyebaran dilakukan secara alami mengingat tanaman ini termasuk tanaman liar sehingga meskipun dilakukan persilangan tidak dapat diketahui secara pasti antara bibit yang bagus dan tidak.

Perbanyakan tanaman ini juga dapat dilakukan secara mandiri melalui perbanyakan alami menggunakan makhluk hidup seperti serangga maupun melalui penyerbukan anemogami menggunakan angin sebagai pembawa serbuk.

Benih yang sudah disiapkan selanjutnya dapat langsung ditanam ke dalam media tanah yang sudah diolah sebelumnya.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Temulawak

2. Penanaman benih

Penanaman benih urang-aring dilakukan dengan cara menugal yakni melubangi media tanah kemudian mencampur biji/benih dengan abu dapur lalu dimasukkan ke dalam media tanah dan ditutup dengan memadatkan tanah kembali.

Penanaman dilakukan secara langsung dengan meletakkan biji/benih maksimal sebanyak 2-3 biji per lubang tanam baik di media tanam lahan maupun tanah.

Penanaman tumbuhan urang-aring juga disarankan diberi jarak sekitar 40 cm hingga 50 cm di area lahan. Setelah penanaman selesai disarankan untuk menyiram air secukupnya pada media tanam secara rutin sebanyak dua kali sehari. Hal ini menjaga agar keadaan media tanam tidak terlalu kering dan kebutuhan air dapat tercukupi.

3. Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman

Tanaman urang-aring memiliki proses perawatan yang cenderung mudah untuk dilakukan. Perawatan dapat dilakukan dengan menyiram tanaman urang-aring secara rutin sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari selama masa awal pertumbuhan.

Setelah tanaman berumur cukup dewasa dan dirasa sudah kokoh,intensitas penyiraman dapat dikurangi secara perlahan.

Intensitas penyiraman juga dapat dikurangi bahkan tidak dibutuhkan ketika musim penghujan. Banyaknya air yang digunakan untuk menyiram dapat diperkirakan sendiri yang penting jangan sampai terlalu sedikit sehingga media tanam mudah kering dan jangan terlalu tergenang.

Selain itu, perawatan juga dilakukan dengan cara membersihkan area penanaman dari sampah organik maupun organik dan menyingkirkan tanaman-tanaman liar yang hidup di sekitar tanaman agar tidak menghambar pertumbuhan tanaman urang-aring.

4. Masa Panen

Waktu panen yang dianjurkan untuk tanaman urang-aring yaitu ketika tanaman sudah berusia dewasa. Tanaman urang-aring yang dapat dilakukan pemanenan mempunyai tanda-tanda daun yang menggelap (berwarna hijau tua) dan biji sudah terbentuk yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai bakal benih penanaman berikutnya.

Cara panen tanaman urang-aring dapat dilakukan secara langsung dengan memetik daun yang segar maupun kering (secara herba).

Selanjutnya daun yang sudah dipanen dapat dilakukan penyimpanan maupun diolah. Untuk penyimpanan sebaiknya dilakukan untuk daun kering yang dijadikan bubuk.

Pengolahan daun segar dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk seperti sebagai obat dan bahan untuk menutrisi rambut melalui cara berikut :

  1. Obat gusi bengkak

yaitu daun urang-aring yang segar berwarna hijau dipanggang hinga  kering. Kemudian setelah kering, ditumbuk hingga menjadi bubuk halus (melalui proses pengolahan). Selanjutnya bubuk tersebut dioleskan ke bagian gusi yang bengkak.

  1. Obat koreng di kepala

yaitu ambil daun urang-aring segar secukupnya lalu direbus di dalam air yang mendidih hingga matang. Setelahnya, air yang digunakan untuk merebus digunakan untuk mencuci kepala  dan sisa ampas dapat digosokkan ke koreng secara perlahan. Dapat juga dilakukan menggunakan daun segar ditambah sedikit air kemudian dilumatkan hingga mengeluarkan menghasilkan air. Lalu air perasannya dioleskan ke koreng.

  1. Obat untuk menutrisi rambut (menyuburkan dan menghitamkan rambut)

Untuk menjadikan urang-aring sebagai obat penghitam dan penyubur rambut perlu dilakukan melalui beberapa step yakni :

  • Pilih dan petik daun tanaman urang-aring secukpnya. Setelah itu, bersihkan daun dengan cara dicuci agar terbebas dari kemungkinan adanya kotoran dan hama tanaman yang tersembunyi di balik daun.
  • Kemudian daun urang-aring yang sudah dicuci dapat langsung dilumatkan hingga halus menggunakan cobek/alu sampai sari-sari air daun keluar.
  • Setelah itu dapat diperas menggunakan tangan ataupun menggunakan saringan untuk menghasilkan sari-sari yang maksimal kemudian tempatkan di sebuah wadah tertutup.
  • Selanjutnya urang-aring dapat langsung digunakan. Pengaplikasian urang-aring ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat semir rambut ataupun sikat ke seluruh rambut lalu didiamkan sampai kering hingga satu jam lalu bilas.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Buah Naga

Tinggalkan komentar